mediamatarantai.online Jakarta – Pemerintah Provinsi Lampung mendukung pameran Kayu Ara: Arsitektur, Teknologi, dan Budaya Lampung dalam Karya dan Pemikiran Anshori Djausal yang digelar di Anjungan Lampung dan Contemporary Art Gallery, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.
Pameran tersebut dinilai menjadi ruang untuk merawat pengetahuan sekaligus memperkenalkan kekayaan arsitektur dan budaya Lampung kepada generasi berikutnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, Kayu Ara bukan sekadar pameran karya seorang tokoh. Pameran ini menjadi ruang untuk membaca perjalanan pengetahuan, kreativitas dan pengabdian Anshori Djausal sebagai putra Lampung selama lebih dari empat dekade.
“Perjalanan tersebut tidak berhenti pada karya yang telah dihasilkan, tetapi terus menjadi ruang untuk melahirkan gagasan, merawat pengetahuan dan memperkenalkan kekayaan arsitektur serta budaya Lampung kepada generasi berikutnya,” ujar Rahmat Mirzani Djausal dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan pada pembukaan pameran, Sabtu (12/9/2026).
Pameran yang dikuratori Angga Wijaya tersebut mengangkat tiga tema utama, yakni arsitektur dan masyarakat, teknologi dan lingkungan, serta budaya Lampung.
Ketiga tema itu disajikan melalui berbagai materi, mulai dari foto, arsip, kliping koran, buku, gambar teknik, masterplan, video hingga dokumentasi perjalanan Anshori Djausal sebagai insinyur, arsitek, akademisi dan budayawan.
Berbagai arsip tersebut tidak hanya ditampilkan sebagai dokumentasi masa lalu. Materi diolah menjadi pengalaman visual dan ruang percakapan antargenerasi.
(redaksi mediamatarantai.online)

